Gagal ke Israel, Erin Geluti VCO Untuk Menatap Hari Tua

Motivasinya sederhana saja menata hari muda dengan berwirausaha untuk menatap masa tua. 

LEWOLEBA – KISAH perjuangan  Erin yang mulai berwirausaha sejak dibangku kuliah patut mendapat apresiasi. Pasalnya, usai kuliah ia tidak patah arang setelah gagal menjadi ASN. Sempat gagal pula ke Israel karena tidak mendapat izin dari orang tua, Tiana kembali menjalankan usaha Virgin Coconut Oil dan terus setia menjalani usaha rumahan dari Desa Merdeka, Kecamatan  Lebatukan, Kabupaten Lembata,. provinsi Nusa Tenggara Timur.

Motivasinya sederhana saja menata hari muda dengan berwirausaha untuk menatap masa tua.

Erin (25), perempuan lulusan Strata 1 Politani Kupang yang merupakan anggota binaan PLAN Indonesia berhasil produksi Virgin Coconut Oil (VCO) berkualitas dengan memanfaatkan komoditas kelapa lokal milik pribadi.

“Saya mulai usaha ini sejak masih kuliah. Lalu mulai serius usaha VCO sejak tahun 2023 karen saya berpikir masa tua,” Ucap Erin kepada media ini saat ditemui di kediamannya. Selasa, 23 Juni 2026.

Sempat gagal dalam seleksi PNS beberapa waktu lalu tidak membuat wanita 25 tahun ini menyerah untuk terus berjuang demi kehidupan dan menghidupkan keluarganya.

“Mengelola VCO ini terbawa dari bangku kuliah, jadi sudah terbiasa dengan hal ini, walau masih menggunakan alat seadanya dan untungnya lagi orang tua dan keluarga mendukung penuh sebab mencari pekerjaan begitu sulit,” Kata Erin.

Lanjutnya, meski hasil produksi saya belum seberapa namun banyak konsumen yang mengaku produk yang saya dibuat ini bagus.

Ia juga mengaku bahwa pasarannya masih sempit karena untuk saat ini penjualannya masih melalui perantara teman dan keluarga dan grup-grup di media sosial.

Tiana mengatakan kehadiran PLAN Indonesia sangat membantunya dalam mengembangkan usahanya baik dalam hasil maupun kualitas.

“PLAN Indonesia hadir dengan memberikan bantuan berupa alat peras yang mana itu sangat membantu saya baik dalam jumlah produksi maupun kualitas dari VCO ini,” Kata Erin.

Tiana menambahkan, PLAN tidak hanya hadir memberikan alat bantu peras saja, melainkan memberikan pelatihan serta binaan terhadapnya.

“Tidak hanya hadir memberikan alat bantu, tapi PLAN juga memberikan pelatihan serta binaan kepada saya dalam mengembangkan usaha ini,” Ucapnya.

Meski baru memiliki beberapa pelanggan dalam desa ia tidak patah arang. Saat ini ia sudah berani merambah ke beberapa desa lain di Kabupaten Lembata berkat dukungan kolega dan kawan kawannya.

“Terimakasih PLAN Indonesia karena sudah hadir bersamai kami dalam membantu mengembangkan usaha kecil ini.” Pungkas Erin.

Ia menjelaskan bahan baku kelapa yang didapat berasal dari hasil kebun ayahnya. Ia memiliki cita cita untuk membuka kebun demplot sekaligus menjual VCO sebagai kebutuhan sehari-hari.

Saat ini Erin menjual VCO dalam kemasan 250 mili liter dengan  harga Rp. 50.000 dengan  branding VCO Erin.

Manfaat VCO

Erin menjelaskan saat dirinya masih kuliah ia mendapatkan  pengetahuan tentang manfaat VCO dan cara pengelolaan dengan Fermentasi.

“Ada banyak manfaat VCO. Menyembhkan maag. Menyembuhkan  diabetes. Menyehatkan dan melembabkan kulit dan rambut,” Jelas Erin.

Selain itu. VCO juga mampu mengontrol berat badan, meningkatkan energi dan meningkatkan imunitas tubuh.

Karena itu Erin senantiasa berikhitiar, menjual VCO bukan sekedar mencari untung tetapi juga membantu orang yang membutuhkan. +++


sandro.wangak


 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *