MAUMERE – PASCA gempa bumi yang melanda Pulau Flores Nusa Tenggara Timur berkekuatan M 7.7, tujuh desa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka terisolasi dan belum mendapat bantuan karena jaringan internet putus total.
Ratusan penyintas dari tujuh desa di Pulau Palue meninggalkan rumah masing masing dan mendirikan renda darurat untuk menginap.
Fransiskus Bhaga, salah satu warga Palue kepada Suluhnusa.com, 15 Agustus 2026 menjelaskan saat ini warga enam desa di pulau Palue bertahan di tenda tenda darurat karena gempa susulan masih terasa di Pulau Palue.
“Sampai saat ini Pkl. 20.15 wita warga panik karena gempa susulan masih terasa. Mereka mendirikan tenda darurat untuk menginap”, ungkap Bhaga
Ia menjelaskan pihaknya tidak bisa mengupdate korban jiwa dan kerusakan karena terkendala jaringan.
Saat ini sebanyak tujuh desa di Palue yang masih terisolasi karena jaringan internet putus. Tujuh desa itu adalah Desa Nitunglea, Desa Tuanggeo, Desa Ladolaka, Desa Maluriwu, Desa Reruwaerere, Desa Kesokoja dan Desa Lidi.
“Tujuh desa ini masih terisolasi. Jaringan putus. Tadi siang dilaporkan sementara sekitar 20 orang mengalami luka luka. Banyak rumah warga yang rusak tapi belum bisa terdata”, ungkap Bhaga sembari berharap bantuan segera tiba di Palue.
Rumah rusak di Palue

Sementara itu BMKG mengupdate infografis peta sebaran gempabumi susulan M7.7 Pulau Flores hingga tanggal 15 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB Total gempabumi susulan: 377, Magnitudo terbesar: 6.2, Magnitudo terkecil: 2.5, Magnitudo di atas 5: 15, Gempa susulan dirasakan: 27
38 orang meninggal dunia
Korban tewas akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 38 orang.
Sebanyak 40 orang lain mengalami luka-luka dan satu orang masih tertimbun. Korban tersebar di berbagai wilayah.
“Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 79 orang yang terdampak gempa. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 38 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka-luka, dan satu orang masih dilaporkan tertimbun,” kata Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, dalam siaran pers, Sabtu (15/8/2026) sore.
Kondisi penyintas di Palue, Kabupaten Sikka

Fathur mengatakan tim SAR gabungan terus melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak gempa tersebut. Seluruh personel dan sarana yang dimiliki dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak.
“Kantor SAR Maumere mengerahkan seluruh personel ke wilayah yang menjadi pusat gempa di Nagekeo. Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” jelas Fathur.
Sebanyak 281 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Personel berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah (pemda), serta instansi lain.
“Mereka ditempatkan di sejumlah titik terdampak untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban,” kata Fathur.Penegakan Hukum
Operasi SAR hingga saat ini masih berlangsung. Tim SAR gabungan memprioritaskan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun serta evakuasi masyarakat terdampak ke lokasi yang aman.+++
sandro.wangak
