LEWOLEBA – DPD II Partai Golkar Lembata memfasilitasi 100 pelaku UMKM untuk mengikuti kegiatan sosialisasi KUR Bank NTT di Lewoleba 13 Agustus 2026.
Kegiatan ini selain sebagai rangkaian kegiatan menyongsong HUT Kemerdekaan RI ke 81 juga sebagai bentuk kepedulian partai Golkar menanamkan literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM di Lembata dan NTT yang selama ini mungkin sulit mengakses modal lewat KUR.
Hal ini disampaikan Ketua DPD II Partai Golkar Lembata, Alexander Atawolo kepada Sulihnusa.com di Lembata, 12 Agustus 2026.
Alexander menjelaskan Partai Golkar mengambil peran, membantu dan mendukung pemerintah dalam hal literasi keuangan dan akses informasi terkait program penyaluran KUR untuk pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
“Golkar sifatnya memfasilitasi. Membantu pemerintah. Memberikan kesempatan kepada UMKM untk mendapatkan semua informasi terkait KUR Bank NTT. Intinya Golkar hanya memfasilitasi termasuk membiayai kegiatan ini,” Ungkap Alexander.
Kegiatan hari ini bukan sekadar kegiatan sosialisasi mengenai kredit. Bagi Partai Golkar, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat dan membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi pelaku usaha di Kabupaten Lembata.
Lebih jauh Alex Atawolo mengungkapkan tidak ada intervensi terkait penyaluran KUR. Semua syarat, prosedur dan skema pinjaman tetap mengikuti aturan perbankan yang ada di Bank NTT. Bahkan yang melakukan sosialisasi teknis juga akan dilakukan oleh pihak Bank NTT.
Menurutnya, ketika Golkar membuka ruang kepada Bank NTT untuk melakukan sosialisasi KUR mendapat antusias dari masyarakat lintas partai.
“Dan kegiatan ini terbuka untuk umum. Tentu ada batasnya. Kami diberi kuota 100 pelaku UMKM. Dan dari peserta yang terdata selain kader partai Golkar pelaku UMKM ada juga dari Masyarakat umum lintas partai. Jadi salah kalau ada pihak yang menilai kegiatan ini syarat kepentingan”, tegas Alexander.
Ia menjelaskan, proses penyaluran kredit tetap menjadi kewenangan pihak perbankan dan harus mengikuti ketentuan, syarat, tahapan serta regulasi yang berlaku, termasuk Permenko Nomor 1 Tahun 2026. Untuk teknis pinjaman dan keputusan kredit, itu merupakan kewenangan pihak bank,” tegasnya.
Selama ini sekitar tujuh tahun Bank NTT bukan sebagai Bank penyalur KUR dan baru tahun 2026 Bank NTT diberi kesempatan lagi menyalurkan KUR maka Partai Golkar Lembata merasa memiliki tanggungjawab moril untuk menyukseskan program pemerintah ini
“Kami sudah komunikasi dengan pihak Bank NTT bahwa ada UMKM yang belum memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha). Ada yang sudah. Dan yang belum memiliki NIB akan mengurusnya agar memenuhi syarat dan ketentuan Bank NTT ketika mau mengajukan KUR. “Perlu saya tegaskan lagi bahwa Partai Golkar bukan penyalur, kami hanya mendekatkan para pelaku UMKM dengan pihak Bank NTT”, ungkapnya.
Alexander juga menilai keberadaan Bank NTT adalah milik bersama dan untuk kepentingan bersama sehingga seluruh elemen, termasuk partai politik, memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong kemajuan dan perkembangan bank milik daerah tersebut.
Alexander Atawolo, berharap kegiatan ini menghasilkan sesuatu yang konkret. Setelah sosialisasi ini, semakin banyak masyarakat yang memahami KUR, semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan akses pembiayaan, dan semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang. Mari kita jadikan KUR sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat ekonomi rakyat Lembata.
Terkait kegiatan menjelang HUT RI ke 81, Golkar Lembata juga akan menggelar doa bersama usai apel 17 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Bank NTT cabang Lembata, Petrus Soba Lewat membenarkan kegiatan sosialisasi KUR bekerjasama dengan Partai Golkar ini.
Petrus Lewar mengungkapkan kegiatan sosialisasi KUR yang digelar serentak di seluruh NTT ini akan diikuti oleh 100 pelaku UMKM.
“Ada 100 pelaku UMKM yang ikut. Lokasi kegiatan sosialisasi di aula Kantor Camat Nubatukan”, ungkap Lewar.
Ia menegaskan pelaku UMKM ynag hadir dalam sosialisasi tidak serta merta mendapatkan KUR dari Bank NTT.
” Semua persyaratan, skema dan mekanisme tetap berlaku. Kalau yang hadir tersebut setelah mendapat informasi terkait mekanisme KUR dan merasa memenuhi syarat silakan ajukan. Tentu akan melalui proses verifikasi dan mekanisme penyaluran KUR yang ditegapakan oleh kami pihak Bank NTT, ” tegas Lewar sembari menegaskan informasi tentang KUR dapat diakses oleh siapapun.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTT, Yohanes De Rosari mengungkapkan sosialisasi KUR juga bukan hanya dilakukan lewat Partai Golkar. Semua partai juga diundang hadir dan ikut serta mensosialisasikan KUR ke masyarakat.
“Jadi kegiatan itu bukan hanya untuk konstituen Partai Golkar. Itu terbuka untuk semua pihak termasuk parpol. Pimpinan Parpol juga diundang untuk hadir. Kebetulan Golkar hanya memfasilitasi,” kata De Rosari.
Sebagai Ketua Komisi III DPRD NTT, yang membidangi ekonomi dan keuangan, Yohanes De Rosari juga menyampaikan, serapan KUR di Bank NTT saat ini masih sangat rendah, dari plafon yang disediakan yaitu Rp350 miliar.
“Serapannya baru sekitar Rp20 miliar dari total plafon yang diberikan Kementerian UMKM Rp350 miliar. Ini yang kita mau bantu sosialisasi, supaya masyarakat bisa teredukasi bahwa ada KUR di Bank NTT dan bisa diakses asalkan punya usaha yang jelas,” ungkapnya.
Selain mengajak pelaku UMKM untuk ikut kegiatan ini, De Rosari juga mengajak stakeholder yang lain termasuk partai Politik agar membantu masyarakat mendapat akses informasi terkait penyaluran KUR dari Bank NTT. +++
sandro.wangak
