Waspada Covid 19, Tapi Jangan Lupa DBD Juga Mengancam

Suluh Nusa, Belo – Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, Indonesia menghadapi pergantian musim atau masa pancaroba. Penyakit lain yang juga diwaspadai adalah demam berdarah dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) yang angka kasus penularan dan kematiannya cukup banyak dan terus bertambah.

Corona dan DBD sama-sama disebabkan oleh virus tetapi keduanya adalah 2 penyakit yang berbeda.

Ancaman DBD merebak di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu warga Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT diminta untuk tak hanya mawas diri dan lingkungan terhadap bahaya virus Corona tetapi juga supaya tetap menjaga lingkungan dari bahaya penyakit demam berdarah.

“Ya, kepada seluruh warga lingkungan kami himbau untuk di masa sulit ini tak legah, tetapi juga terus menjaga diri dan lingkungan dari bahaya Kovid-19 tetapi juga supaya waspadai demam berdarah yang juga intensitas penularannya juga cukup cepat apalagi di saat hujan seperti sekarang ini,” demikian ditegaskan Goris Takene Ketua RW 03 Kelurahan Bello di kediamannya Selasa, 26 Januari 2021.

Biasanya lanjut mantan wartawan itu di saat musim hujan seperti ini populasi nyamuk AedesAegypty cendrung perindukannya banyak. Terutama melalui barang-barang bekas seperti kaleng, botol dan lain-lain yang bisa menampung air hujan.

Goris membeberkan, tahun 2020 misalnya, kementrian Kesehatan merilis kasus DBD periode Januari hingga 17 Juni 2020, ada 64.251 kasus DBD yang dilaporkan dengan jumlah kematian sebanyak 385 orang menurut Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya ada 98.000 kasus yang dilaporkan terjadi pada waktu yang sama di tahun 2019. Pada tahun 2016, Indonesia mencatatkan jumlah kasus dan kematian akibat DBD tertinggi, yaitu dengan 204.171 kasus dan 1.598 kematian.

Karena itu, salah satu staf Keuangan pada Dinas Pendidikan Kota Kupang itu menghimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk mewaspadai tempat-tempat perindukan nyamuk dengan cara Menguras, menutup dan mengubur barang atau media penampungan air di dalam rumah dan lingkungan.

Selain itu diharapkan agar warga juga tetap menjaga diri dan keluarga dari wabah virus Kotona 19 dengan menjaga 3M Memakai Masker, Menghindari kerumunan dan mencuci tangan, agar semua tetap sehat.***(Yohan edangwala/SN/weeklyline media network)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *